Selasa, 14 April 2015

Nayveela-Rasheem : Dalam Puisi





Nay menatap sendu
Kilauan mahar tak mampu menyihir
Suramnya hati dan kerontangnya jiwa
Ali hanya bisa berharap hampa
Pada cinta Nay di nafas Rasheem
Telah lancip panah asmaranya
Tetapi takdir nyalakan arah lain
Kalbu Nay tlah menebal
Hanya Rasheem di hatinya yang dia kekal
Ali lunglai
Walau rambut telah memutih gemulai
Berdetak jantung Rasheem
Mendesahkan rindu pada Nayveela
Lewat desauan angin dan deburan ombak
Hawa cinta mereka terus mengangkasa
Walau lidah tajam pisahkan mereka
Tapi semua makhluk hanya dengar nama itu
Melantunkan doa pada ilahi
Kiranya dua nama itu ‘kan terukir di Arasy-Mu
Memadukan cinta sucinya
Walau tetesan darah panas dunia memisahkan
Ali lunglai
Air matanya telah beribu lembah anai
Walau asa terus ditanai
Hanya cinta Rasheem merasuki Nay
Ali lunglai
Walau rambut telah memutih gemulai
Dengan lembut dia belai
Nayveela Rasheem cucu tersayang aduhai
Yang penuh haru berurai-urai
Menasbihkan kuasa Tuhan dalam derai
Dalam cinta suci Rasheem dan Nay

 



 *Catatan:Puisi lama, kubuat sekitar 10 atau 11 tahun lalu. Pas zaman masih kuliah juga. Ada versi novelnya, judulnya Nayveela-Rasheem. Ceritanya mau nyaingi kisah Laila Majnun dan Romeo Juliet gituuuu, tapi karena malas banget beresinnya akhirnya novelnya nggak kelar2 sampai sekarang. Ckckckckkk....Payah! Cuma puisinya aja yang beres heheheeee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar