Nay menatap sendu
Kilauan mahar tak mampu menyihir
Suramnya hati dan kerontangnya
jiwa
Ali hanya bisa berharap hampa
Pada cinta Nay di nafas Rasheem
Telah lancip panah asmaranya
Tetapi takdir nyalakan arah lain
Kalbu Nay tlah menebal
Hanya Rasheem di hatinya yang dia
kekal
Ali lunglai
Walau rambut telah memutih
gemulai
Berdetak jantung Rasheem
Mendesahkan rindu pada Nayveela
Lewat desauan angin dan deburan
ombak
Hawa cinta mereka terus
mengangkasa
Walau lidah tajam pisahkan mereka
Tapi semua makhluk hanya dengar
nama itu
Melantunkan doa pada ilahi
Kiranya dua nama itu ‘kan terukir di Arasy-Mu
Memadukan cinta sucinya
Walau tetesan darah panas dunia
memisahkan
Ali lunglai
Air matanya telah beribu lembah
anai
Walau asa terus ditanai
Hanya cinta Rasheem merasuki Nay
Ali lunglai
Walau rambut telah memutih
gemulai
Dengan lembut dia belai
Nayveela Rasheem cucu tersayang
aduhai
Yang penuh haru berurai-urai
Menasbihkan kuasa Tuhan dalam
derai
Dalam cinta suci Rasheem dan Nay
*Catatan:Puisi lama, kubuat sekitar 10 atau 11 tahun lalu. Pas zaman masih kuliah juga. Ada versi novelnya, judulnya Nayveela-Rasheem. Ceritanya mau nyaingi kisah Laila Majnun dan Romeo Juliet gituuuu, tapi karena malas banget beresinnya akhirnya novelnya nggak kelar2 sampai sekarang. Ckckckckkk....Payah! Cuma puisinya aja yang beres heheheeee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar