Selasa, 14 April 2015

Walau Entah Siapa Dia





Hati ini berasa wangi
Nurani berasa ringan
Mendung tebal memayungi bagai tersedot
Debu tebal hitam terasa diuapkan ke langit tertinggi
Jiwa seakan ringan bagai kepulan asap tipis
Hampa layangnya, lebih ringan dari sekumpulan
Udara yang menyesaki ruang balon
Kau tahu kenapa?
Karena aku muslim
Dan pria berpeci itu tersenyum tulus padaku dan menyalamiku
Walau entah siapa dia
Seakan kami saudara dekat
Karena kami muslim
Yang disatukan oleh jabat hangat
Dan serekah senyum manis
Dalam ukhuwah yang harmonis
Walau entah siapa dia

 *Catatan:Puisi lama, kubuat sekitar 10 atau 11 tahun lalu. Pas zaman masih kuliah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar